Family Name
Percakapan di sebuah counter imigrasi bandara international :
me : Assalamu’alaykum
Officer : Wa’alaykummusalam
me : Kaifa Haluk ?
Officer : Alhamdulillah (sambil periksa passport). Indonesi ? muhandis ? masyaAllah …
me : Alhamdulillah
Officer : What is your family name ? write here (sambil ngasih entry form yang gak tak isi family namenya)
me : w a r d o y o (mengeja sambil ngisi form).
Officer : Where is it (sambil bolak balik pasport beberapa menit hehehe) … ok mafi muskila
me : syukron (hmmm … lepas juga akhirnya)
Di banyak negara sering kali mempermasalahkan seseorang dengan nama tunggal (single name). Sering kali family name menjadi field yang mandatory untuk di isi. Kita sering mengenal family name ini dengan nama belakang. Bahkan negara tertentu tidak bisa menerbitkan Visa jika tidak mempunyai nama belakang. Pengalaman seorang teman yang sudah diterima bekerja di luar negeri, harus menunggu lebih dari sebulan gara-gara dia punya nama tunggal.
Imigrasi Indonesia mempunyai solusi untuk masalah ini. Kita diperbolehkan menambahkan nama orang tua kita di passport. Caranya, datang ke kantor imigrasi dengan menunjukkan akte kelahiran.
Sodara-sodara, karena hal itulah display name di emailku menjadi Purnomo Wardoyo

Satu marga ma Dian Sastro Wardoyo ya xixixixi…
nulis lagi dong yang … please..